DC
Kelas Digital Creative
Robotika · IoT · Scratch · Canva · CapCut · AI
← kembali ke Home

Memahami Operators (Operator) di Scratch – Bagian 3

⏱ 20 Menit August 2026 🔧 Scratch Website

Memahami Operators (Operator) di Scratch — Bagian 3

Melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang logic gates, video ini membahas sisa blok-blok dari kategori Operators, mulai dari operasi teks (string) hingga fungsi matematika seperti pembulatan.

1. Blok “Join”

Blok ini menggabungkan (concatenate) dua kata atau angka menjadi satu teks. Contoh: join "apple" "banana" akan menghasilkan “apple banana”. Blok ini bisa digunakan di dalam blok lain, misalnya say (join "apple" "banana") for 5 seconds.

Blok join juga bisa digabungkan dengan variabel (tempat menyimpan nilai). Contoh: buat variabel baru bernama “programming language”, lalu gunakan blok set [programming language] to "Scratch". Setelah itu, gunakan:

say (join "Welcome to" (programming language))

Hasilnya akan menampilkan teks “Welcome to Scratch”, karena nilai variabel tersebut sudah diatur menjadi “Scratch”.

2. Blok “Letter _ of _”

Blok ini mengambil huruf pada posisi/indeks tertentu dari sebuah kata. Contoh: letter 1 of "apple" akan menghasilkan huruf “a” (huruf pertama). Jika digunakan dengan variabel programming language yang bernilai “Scratch”, maka letter 4 of (programming language) akan menghasilkan huruf keempat dari kata “Scratch”.

3. Blok “Length of _”

Blok ini menghitung jumlah huruf/karakter dalam sebuah kata. Contoh: length of (programming language) akan menghasilkan angka 7, karena kata “Scratch” terdiri dari 7 huruf.

4. Blok “_ Contains _”

Blok ini memeriksa apakah sebuah kata mengandung huruf/teks tertentu, dan menghasilkan nilai true atau false. Contoh: (programming language) contains "a" akan menghasilkan true (karena kata “Scratch” mengandung huruf “a”), sedangkan (programming language) contains "b" akan menghasilkan false (karena “Scratch” tidak mengandung huruf “b”).

5. Blok “Mod” (Modulus/Sisa Bagi)

Blok ini menghasilkan sisa hasil bagi dari dua angka. Contoh:

  • 4 mod 31 (karena 3×1=3, sisanya 4−3=1)
  • 5 mod 32 (karena 3×1=3, sisanya 5−3=2)
  • 6 mod 30 (karena 3×2=6, tidak ada sisa)

6. Blok “Round” (Pembulatan)

Blok ini membulatkan angka desimal ke bilangan bulat terdekat. Aturannya: angka akan dibulatkan ke atas jika nilai desimalnya .5 atau lebih, dan dibulatkan ke bawah jika kurang dari .5. Contoh:

  • round 3.84 (dibulatkan ke atas)
  • round 3.03 (tetap, tidak ada desimal)
  • round 3.43 (dibulatkan ke bawah, karena di bawah 0.5)

7. Blok “Abs” (Nilai Mutlak)

Blok ini mengubah angka negatif menjadi positif (nilai mutlak/absolut). Angka yang sudah positif akan tetap sama. Contoh: abs of -55, sedangkan abs of 5 → tetap 5.

8. Fungsi Matematika Lanjutan (Floor & Ceiling)

Blok operator matematika (di dalam dropdown abs) juga menyediakan berbagai fungsi lanjutan seperti sin, cos, tan, dan lainnya yang cukup kompleks dan jarang dipakai pemula, sehingga tidak dibahas mendalam di sini. Namun dua fungsi berikut penting untuk dipahami karena mirip dengan round namun punya aturan berbeda:

  • Floor — selalu membulatkan angka ke bawah, apa pun nilai desimalnya. Contoh: floor 5.85 (berbeda dengan round 5.8 yang hasilnya 6).
  • Ceiling — kebalikan dari floor, selalu membulatkan angka ke atas, apa pun nilai desimalnya. Contoh: ceiling 5.26 (berbeda dengan round 5.2 yang hasilnya 5).

Ringkasan

  • join, letter _ of _, length of _, dan _ contains _ adalah operator untuk mengolah teks/string, dan bisa dikombinasikan dengan variabel.
  • mod menghasilkan sisa hasil bagi dua angka.
  • round membulatkan ke bilangan terdekat (naik jika ≥ 0.5, turun jika < 0.5); floor selalu membulatkan ke bawah; ceiling selalu membulatkan ke atas.
  • abs mengubah angka negatif menjadi positif (nilai mutlak).